MEDIALUBUKLINGGAU.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup kembali menggelar kegiatan bimbingan kerja membatik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Selasa 24 Februari 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan kerja sekaligus membekali warga binaan dengan kemampuan produktif selama menjalani masa pidana.
Kegiatan membatik dilaksanakan secara terstruktur dan berada di bawah pendampingan langsung petugas.
BACA JUGA: Ramadan di Balik Jeruji: Lapas Curup Perkuat Sentuhan Spiritual bagi WBP
Warga binaan mendapatkan pelatihan lengkap mulai dari pembuatan desain motif, proses pencantingan, teknik pewarnaan kain, hingga tahap finishing atau penyelesaian akhir.
Seluruh tahapan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta standar kualitas hasil karya.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
BACA JUGA: Warga Binaan Ikuti Sidang Dispensasi Kawin Secara Daring, Lapas Curup Pastikan Hak Hukum Terpenuhi
Melalui proses membatik yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran, warga binaan dilatih untuk bersikap disiplin, tekun, dan bertanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan dalam membentuk pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Curup menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu prioritas utama dalam program pemasyarakatan. Membatik dipilih karena memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomis yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha setelah warga binaan bebas nantinya.
BACA JUGA: Sambut Ramadan 2026, Lapas Curup Perketat dan Optimalkan Layanan Titipan
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Dengan demikian, proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Lapas Curup berkomitmen untuk terus mengoptimalkan berbagai program bimbingan kerja yang produktif dan bernilai jual.
Kegiatan membatik ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan secara individu, tetapi juga bagi masyarakat melalui terciptanya sumber daya manusia yang lebih siap dan berdaya saing.












