Ramadan di Balik Jeruji: Lapas Curup Perkuat Sentuhan Spiritual bagi WBP

Sumbagsel96 Views

MEDIALUBUKLINGGAU.COM– Suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa berbeda di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup, Jumat 20 Februari 2026.

Di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan tersebut, pembinaan keagamaan digencarkan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan memperkuat mental para warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menjelaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus refleksi diri bagi para warga binaan.

BACA JUGA: Warga Binaan Ikuti Sidang Dispensasi Kawin Secara Daring, Lapas Curup Pastikan Hak Hukum Terpenuhi

Selama sebulan penuh, berbagai kegiatan ibadah digelar secara terstruktur. Mulai dari puasa, shalat Tarawih berjamaah, hingga tadarus Al Quran yang ditargetkan khatam sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Untuk mendukung kekhusyukan ibadah, pihak lapas menyiapkan blok khusus bernuansa pesantren.

Pelaksanaan Tarawih di masjid lapas dilakukan secara bergilir, dua blok hunian setiap malam.

BACA JUGA: Sambut Ramadan 2026, Lapas Curup Perketat dan Optimalkan Layanan Titipan

Skema ini diterapkan agar seluruh warga binaan mendapat kesempatan yang sama tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.

Tak hanya mengandalkan pembinaan internal, lapas juga menggandeng pihak eksternal seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong. Para ustaz dari luar dihadirkan untuk menjadi imam dan memberikan tausiyah, sehingga materi pembinaan lebih variatif dan mendalam.

Di sisi lain, program literasi Al Quran turut diperkuat melalui metode one day one juz. Petugas dan warga binaan berkolaborasi menyelesaikan 30 juz selama Ramadhan, menjadikan interaksi pembinaan berlangsung lebih partisipatif.

BACA JUGA: Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Curup Ikuti Apel Siaga Pengamanan se-Provinsi Bengkulu

Pelayanan kebutuhan dasar pun mengalami penyesuaian. Jadwal makan diatur mengikuti waktu sahur dan berbuka.

Lapas juga membuka layanan penitipan makanan dari keluarga setiap pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, memberi kesempatan bagi warga binaan menikmati hidangan dari rumah saat berbuka puasa.

Meski ada layanan tambahan tersebut, jadwal kunjungan tetap berjalan normal sesuai aturan yang berlaku.

BACA JUGA: Lapas Curup Ikuti Zoom Pengarahan Dirjenpas Terkait Pengusulan Hak Integrasi

Melalui pendekatan spiritual yang lebih intensif ini, Lapas Kelas IIA Curup berharap Ramadhan menjadi ruang pembelajaran dan perbaikan diri bagi para warga binaan.

Harapannya, ketika masa pidana usai, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat, sikap yang lebih religius, serta semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *