MEDIALUBUKLINGGAU.COM- Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Rejang Lebong melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang direncanakan sebagai dapur MBG di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Rabu 25 Februari 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan sebagai pusat produksi makanan bergizi.
Tim SPPG secara detail mengecek tata letak bangunan, akses distribusi makanan, ketersediaan air bersih, hingga standar higienitas yang menjadi syarat utama operasional dapur MBG.
BACA JUGA: Warga Binaan Lapas Curup Asah Keterampilan Lewat Program Membatik, Bekal Usaha Usai Bebas
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Iskandar Muda, serta Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Rizki Akbar.
Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen internal Lapas dalam mendukung optimalisasi program nasional di bidang pemenuhan gizi.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup, David Rosehan, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG.
BACA JUGA: Ramadan di Balik Jeruji: Lapas Curup Perkuat Sentuhan Spiritual bagi WBP
Menurutnya, sinergi antara Lapas dan SPPG merupakan langkah strategis guna memastikan program berjalan optimal, terencana, serta sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami menyambut baik peninjauan yang dilakukan oleh SPPG Rejang Lebong. Sinergi ini adalah wujud komitmen bersama dalam mendukung Program MBG, khususnya dalam menyiapkan sarana yang layak dan memenuhi standar kelayakan,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan dapur MBG di Lapas Kelas IIA Curup dapat segera terealisasi dan beroperasi secara maksimal.
BACA JUGA: Warga Binaan Ikuti Sidang Dispensasi Kawin Secara Daring, Lapas Curup Pastikan Hak Hukum Terpenuhi
Program ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pemenuhan gizi sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.












