MEDIALUBUKLINGGAU.COM- Ketua terpilih Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau, H Epi Syamsul Komar (HESK), bergerak cepat mempersiapkan pelantikan sekaligus menyusun program kerja organisasi untuk periode 2026–2031.
Langkah tersebut dilakukan setelah HESK terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKM Kota Lubuklinggau pada 8 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal, HESK mengumpulkan para ketua kelompok Minang yang ada di Kota Lubuklinggau dalam pertemuan yang digelar di Rumah Makan Singgalang Bundo Kandung, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Senin 24 Agustus 2026 malam.
Pertemuan tersebut menjadi rapat perdana setelah HESK dipercaya memimpin IKM Kota Lubuk Linggau.
Selain membahas persiapan pelantikan, pertemuan juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan berbagai kelompok Minang dalam satu wadah kekeluargaan.
Dalam sambutannya, HESK mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar Minang di Kota Lubuk Linggau.
“Ini merupakan rapat perdana setelah saya terpilih. Intinya untuk menguatkan kekeluargaan sekaligus mempererat silaturahmi di antara seluruh keluarga besar Minang yang ada di Kota Lubuklinggau,” ujar HESK.
Menurutnya, susunan kepengurusan IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 telah disusun dengan mempertimbangkan kemampuan serta bidang keahlian masing-masing pengurus.
“Kita sudah menyusun kepengurusan IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031. Insyaallah setelah pelantikan, program-program kerja yang sudah saya sampaikan akan mulai kita realisasikan,” katanya.
Sejumlah program menjadi perhatian dalam kepengurusan mendatang. Di antaranya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masyarakat Minang, memberikan bantuan sound system kepada kelompok-kelompok Minang, serta memperkuat koordinasi dan persatuan antarwarga.
“Kita ingin merapatkan barisan dan bersatu. Kita bangun IKM ini menjadi rumah besar bagi seluruh keluarga Minang di Kota Lubuklinggau. Program bantuan UMKM dan pembagian sound system kepada kelompok-kelompok Minang juga akan kita realisasikan secara bertahap,” tegasnya.
HESK menambahkan, kepengurusan IKM ke depan akan diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya. Dengan demikian, roda organisasi diharapkan dapat berjalan secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pepatah Minang, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”, yang mengandung makna bahwa setiap persoalan dan beban harus dipikul bersama, sementara kebahagiaan dinikmati bersama.
Sementara itu, rapat dipimpin langsung Sekretaris IKM Kota Lubuklinggau, Efrizal. Salah satu agenda utama yakni membentuk panitia pelantikan pengurus IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031.
Efrizal mengajak seluruh peserta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menentukan kepanitiaan.
“Silakan kita berembuk dan bermusyawarah untuk mufakat. Kita harapkan kepanitiaan yang terbentuk nanti bisa bekerja bersama-sama untuk menyukseskan pelantikan,” ujar Efrizal.
Melalui proses musyawarah, disepakati Yandra sebagai Ketua Panitia Pelantikan, Dianto Busro sebagai Sekretaris, dan Azwar Johan sebagai Bendahara.
Rencananya, pelantikan pengurus IKM Kota Lubuk Linggau periode 2026–2031 akan digelar pada 13 atau 14 September 2026 pada siang hari. Rangkaian acara tersebut direncanakan dimeriahkan dengan pertunjukan tambur dan tari piring.
Sementara pada malam harinya, kegiatan akan dilanjutkan dengan hiburan kesenian KIM yang diharapkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus hiburan bagi seluruh keluarga besar Minang di Kota Lubuklinggau.
Rapat tersebut turut dihadiri para ketua kelompok Minang, di antaranya Ikatan Keluarga Koto Baru Maninjau (IKBM), Ikatan Keluarga Koto Gadang (IKOGA), Solok Saiyo Sakato (S3), Ikatan Keluarga Pandan Maninjau (IKPM), Ikatan Koto Gadang Maninjau (IKGM), Patipuh Sapuluah Koto (PBSK), Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS).
Juga dihadiri Ikatan Keluarga Bukittinggi Saiyo (IKBS), Sulit Air Sepakat (SAS), Ikatan Keluarga Kenagarian Koto Kaciak (IKEK), Ikatan Keluarga Koto Malintang (IKKM), Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD), serta Ikatan Keluarga Wanita Minang (IKWM).
Kebersamaan tersebut menjadi modal penting bagi IKM Kota Lubuk Linggau dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Dalam adat Minangkabau dikenal pepatah, “Dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang”, yang mengajarkan pentingnya menghormati tempat berpijak sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Dengan semangat kebersamaan, musyawarah dan kekeluargaan, IKM Kota Lubuk Linggau di bawah kepemimpinan HESK diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di tanah perantauan.













1 comment